Select Menu

Favourite

Berita Dalam Negeri

Belajar Islam

Berita Luar Negeri

Sejarah Islam

Aqidah

Manhaj

Fiqih

Tafsir

Tanya Ustadz

i Middleborough, Kentucky - Amerika Serikat, ada keluarga pendeta yang memimpin sebuah gereja disana. Gereja itu bernama "Full Gospel Tabernacle in Jesus Name". Uniknya, keluarga pendeta ini punya cara tak lazim dalam memandu jamaahnya saat beribadah di gereja. Dia menggunakan ular sebagai media yang dia percayai bisa sebagai wasilah atau perantara kepada Tuhan dalam setiap ibadah. Ular yang digunakan juga bukanlah ular sembarangan, tapi ular berbisa yang sangat mematikan. Dan dalam setiap prosesi ibadah mereka, ular-ular ini selalu dilibatkan sampai ada yang kesurupan dalam prosesi ibadah ini.

Metode ibadah menggunakan media ular ini sudah dilakukan oleh keluarga pendeta ini sejak turun-temurun dan sekarang sudah generasi yang ke empat. Oleh sebab itu, banyak orang menjuluki keluarga pendeta ini sebagai "pendeta ular". Yah, karena gereja yang mereka pimpin punya keunikan tersendiri dibandingkan gereja-gereja yang lain, yakni pada ular yang digunakan.

Namun anehnya, walaupun mereka menyanjung ular sebagai binatang suci yang bisa digunakan sebagai media ibadah, justru ular-ular ini yang membunuh keluarga pendeta ini. Sebelumnya sang kakek bernama pendeta Mack Wolford mati akibat digigit ular yang dia ibadahi saat prosesi ibadah dilakukkan di gerejanya.  Dan sekarang gereja tersebut diteruskan oleh anaknya bernama pendeta Jamie Coots. Dan belum lama ini, pendeta ini juga digigit ular yang dia ibadahi. Dia pun harus tewas oleh ular yang dia puja sendiri, walaupun sebelumnya salah satu jarinya harus dipotong karena membusuk akibat bisa ular yang mengigitnya. Kini gereja yang dikelola oleh sang anak pendeta Jimie Coots diteruskan oleh sang anak yang juga seorang pendeta bernama Andrew Hamblin. Namun ia tetap melanjutkan tradisi nyeleneh ini dalam kegiatan ibadah di gereja yang ia kelola, yakni menggunakan hewan ular saat proses ibadah dilakukan. Kapankah generasi ke tiga sang "pendeta ular" ini akan tewas juga sebagaimana kakek dan ayahnya? kita tunggu saja beritanya....


pendeta ular

Bagi kita umat Islam, apa yang dilakukan oleh para pendeta di Kentucky ini hampir sama dengan apa yang kita istilahkan "bid'ah" dalam agama kita, yakni mengada-adakan sesuatu yang tidak pernah ada dalam ajaran agama kita. Jadi sesuatu yang tidak pernah diajarkan dalam agama kita dan tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam, pada hakekatnya adalah terlarang untuk dilakukan. Kenapa? karena itulah yang dinamakan Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam sebagai "bid'ah", yakni melakukan sesuatu yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu'alahi wasallam. Hal ini karena Islam ini sudah sempurna, tidak perlu ditambah dan tidak perlu dikurangi. Sudah sempurna karena Allah Subhanahuwata'ala sendiri yang mengkhabarkannya di dalam firman-Nya:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”
(QS. Al Ma’idah: 3).

Oleh karena Islam itu sudah sempurna, maka tidak dibutuhkan "kreatifitas" di dalam Islam, apakah itu dengan cara mengada-adakan sesuatu perkara yang baru ataupun mengurang-ngurangi sesuatu perkara yang sudah ditetapkan.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

أنه قد أكمل لهم الإيمان، فلا يحتاجون إلى زيادة أبدًا، وقد أتمه الله عز ذكره فلا ينقصه أبدًا، وقد رضيه الله فلا يَسْخَطه أبدًا.

“Allah telah menyempurnakan Islam, sehingga mereka (umat Islam) tidak perlu lagi menambah ajaran Rasul (selamanya) dan Allah pun telah membuat ajaran Islam itu sempurna sehingga jangan sampai dikurangi (selamanya juga). Jika Allah telah ridho, maka janganlah ada yang murka dengan ajaran Islam (selamanya) .
[Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari dalam kitab tafsirnya.]

Ketika Imam Malik rahimahullah membicarakan ayat di atas, beliau juga menyinggung bahaya bid’ah ini. Beliau berkata,

مَن ابْتَدَعَ في الإِسلام بدعة يَراها حَسَنة ؛ فَقَدْ زَعَمَ أَن مُحمّدا – صلى الله عليه وعلى آله وسلم- خانَ الرّسالةَ ؛ لأَن اللهَ يقولُ : { الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ } فما لَم يَكُنْ يَوْمَئذ دينا فَلا يكُونُ اليَوْمَ دينا)

“Barangsiapa yang berbuat bid’ah dalam Islam dan ia menganggapnya hasanah (baik), berarti dia telah mengklaim bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengkhianati risalah ini. Karena Allah telah berfirman (yang artinya), “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu …” Jika di saat Rasul hidup, sesuatu bukanlah termasuk ajaran Islam, maka saat ini juga bukanlah ajaran Islam.”
[Disebutkan oleh Asy Syatibi dalam Al I’tishom.]

Oleh sebab itu wahai saudaraku seiman, janganlah kita melakukan sesuatu dalam agama kita sebagaimana yang dilakukan pendeta agama Kristen di atas. Mereka melakukan sesuatu yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus atau Nabi Isa 'alaihissalam, yakni beribadah menggunakan hewan ular sebagai perantaranya. Sungguh ini merupakah perbuatan tercela dan menyelisihi syariat yang dibawa Nabi Isa 'alaihissalam. Begitu juga kita di dalam agama kita. Marilah kita menjauhi perkara baru yang diada-adakan yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam. Hal ini karena perkara yang baru itu adalah bid'ah dan sungguh bid'ah itu adalah suatu kesesatan, sebagaiman hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”
(HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718).

Begitu pula dalam hadits Al ‘Irbadh bin Sariyah disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Hati-hatilah dengan perkara baru dalam agama. Karena setiap perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.”
(HR. Abu Daud no. 4607, Tirmidzi no. 2676, An Nasa-i no. 46. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

CATATAN:
Banyak kaum muslimin kita yang mengatakan, kalau bid;ah itu sesat, kalau begitu kita tidak boleh naik haji pakai pesawat terbang dong, karena pesawat terbang itu tidak pernah ada di zaman Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam. Begitu juga kita tidak boleh naik mobil, pakai micropohone di masjid-masjid dan sebagainya.

Jawab:
Perlu dipahami bahwa yang dimaksud perkara bid'ah itu adalah perkara khusus dalam urusan ibadah, bukan urusan duniawiyah seperti teknologi dan sebagainya. Urusan pesawat terbang, handphone, radio, internet, mobil dan sebagainya, itu bukanlah urusan ibadah, namun perkara duniawiyah yang bisa digunakan untuk menunjang ibadah kepada Allah. Misalnya mic dipakai sebagai media pengeras suara di masjid. Mobil digunakan untuk meingankan langkah pergi ke masjid. Pesawat terbang dipakai untuk mempercepat sampai saat pergi ke Makkah untuk naik haji. Semua benda-benda itu dan teknologi lainnya adalah perkara duniawiyah yang tidak dimaksudkan sebagai bid'ah, karena pengeritan bid'ah itu khusus untuk perkara berbentuk amalan atau ibadah, bukan hal-hal yang termasuk urusan duniawiyah karena Rasulullah shalallahu'alahi wasallam sendiri mengatakan bahwa untuk urusan duniawiyah kalian, maka kalian lebih mengetahuinya. Dan hal ini dikatakan sendiri oleh Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam di dalam haditsnya:

إِذَا كَانَ شَىْءٌ مِنْ أَمْرِ دُنْيَاكُمْ فَأَنْتُمْ أَعْلَمُ بِهِ فَإِذَا كَانَ مِنْ أَمْر دِينِكُمْ فَإِلَىَّ

“Apabila itu adalah perkara dunia kalian, maka kalian tentu lebih mengetahuinya. Namun, apabila itu adalah perkara agama kalian, kembalikanlah padaku.”
(HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengomentari bahwa sanad hadits ini hasan)


Siapa yang tidak kenal Adidas, sebuah merek sepatu dan kaos kaki olahraga terkenal yang menjadi brand dunia. Perusahaan ini didirikan pertama kali oleh seorang keturunan Yahudi Jerman bernama Adolf (Adi) Dassler di kota Herzogenaurach dekat Nuremberg, Jerman. Nama merek Adidas sendiri diambil dari singkatan namanya yakni Adi (Adolf) dan Das (Dassler). Dan perusahaannya sendiri diberi nama Adidas-Salomon AG, jelas "bau Yahudi" sangat terasa dari nama perusahaannya ini. Banyak orang suka memakai sepatu dan kaos kaki merek Adidas dan itu merupakan sebuah kebanggaan karena harganya yang mahal, termasuk bagi umat Muslim kita.

Logo Adidas

Di negara-negara muslim, produk ini begitu digemari dan mereka bangga memakainya karena dalam benak kita sudah terbentuk imej bahwa yang namanya produk buatan luar negeri itu adalah bagus dan bergengsi. Namun ketahuilah wahai saudaraku, bahwa di balik logo Adidas ini ternyata terselip sebuah misi penghinaan terhadap agama kita, terhadap Rabb kita.... yakni Allah Subhanahuwata'ala.....!!!

Makna Dibalik Logo Adidas

Hal ini pertama kali diketahui tanpa sengaja oleh Abdulah Green, seorang atlet basket Muslim dari Indiana, Amerika. Green memiliki teman se-tim bernama Harry Kane dimana pada suatu kali temannya ini terlambat mengikuti prosesi latihan dan baru datang setelah latihan hampir selesai. Saat melihat Harry, ada sesuatu yang lain pada kaos kaki yang digunakan teman se-teamnya ini. Green sempat menegurnya dan menuduh Harry telah menuliskan sesuatu yang tidak pantas pada kaos kakinya. Harry pun bingung karena tidak pernah merasa menuliskan sesuatu apapun pada kaos kakinya itu. Kaos kakinya hanya dipakai terbalik tanpa sengaja karena memakainya terburu-buru sewaktu di dalam mobil tadi. Setelah diterangkan bahwa tulisan yang tertera pada kaos kaki temannya itu adalah bertuliskan nama Allah dalam huruf Arab, barulah semuanya jelas. Abdullah Green pun mengontak teman muslimnya yang lain dan menceritakan kejadian ini. Dan setelah diperiksa, memang benar bahwa khusus pada produk kaos kaki merek Adidas, bila kaos kaki tersebut dipakai terbalik atau dilihat dari dalam, maka akan jelas terlihat sebuah tulisan berbentuk nama Allah dalam huruf Arab....., innalillahi wainna ilaihi rojiuunn....


logo adidas

Peristiwa ini merupakan sesuatu yang semakin mempertebal keyankinan kita akan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 120 dimana Allah Subhanahuwata'ala mengkhabarkan kepada kita bahwa sampai kiamatpun orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang dengan kita umat Islam sampai kita mau mengikuti agama mereka. Allah berfirman:

. وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu bersedia mengikuti agama mereka." (QS. Al Baqarah: 120)

Sekarang marilah kita berpikir seribu kali untuk membeli merek ini. Demi Allah, berita pada artikel ini kami buat bukanlah untuk kepentingan bisnis ataupun karena pesanan pihak tertentu yang ingin mendiskreditkan merek Adidas, tidak sama sekali. Disini kami hanya ingin mengungkapkan fakta yang sebenarnya, fakta akan misi tersembunyi dari musuh-musuh Islam dari golongan Yahudi dan Nasrani yang ingin menghinakan Islam. Mereka ingin yang menghinakan Islam itu bukanlah mereka tapi umat Islam sendiri. Bagaimana caranya? ya melalui bisnis yang mereka jalankan. Dari produk yang mereka pasarkan. Hanya dengan menyelipkan sedikit trik saja, yakni dari logo yang mereka otak-atik sehingga sesuatu yang mereka inginkan jadi tersamarkan.
Jadi slogan bisnis mereka bisa diistilahkan, "bisnis jalan - Islam pun terhinakan...."



Ada-ada saja yang diajarkan pendeta sesat ini kepada pengikutnya. Dengan alasan agar bisa lebih dekat dengan Tuhan, sang pendeta yang bernama Lesego Daniel dari Afrika Selatan ini menyuruh pengikutnya untuk makan rumput. Tidak perlu dimasak atau dihidangkan diatas piring, harus dimakan langsung di padang rumput sebagaimana kambing melakukannya. Dan pengikutnya tanpa pikir panjang lagi langsung menyerbu rerumputan yang ada di halaman gereja mereka. Nyam...nyam...nyam... rumput yang masih segar yang tumbuh di halaman gereja itu pun langsung disantap layaknya makanan nan lezat. Mereka tidak perlu berteriak "tambuah ciek" karena semuanya serba gratis dan tidak perlu bayar.

Rosemary Phetha, salah seorang pengikut pendeta sesat ini mengaku bahwa dia sembuh dari radang tenggorokan setelah makan rumput sesuai instruksi sang pendeta.
"Ya, kami makan rumput dan kami bangga akan hal itu karena ini menunjukkan bahwa, dengan kuasa Allah, kita dapat melakukan apa pun," katanya lagi menambahkan.


Pendeta Sesat


pendeta sesat

Metode kontroversial si pendeta sesat ini telah menuai kritik dari ribuan orang di wilayah tersebut. Meskipun anggota jemaatnya bersumpah bahwa dengan metode seperti ini mereka mengklaim bahwa manusia bisa makan apapun bagi tubuh mereka dan bisa lebih dekat dengan Tuhan, namun banyak juga diantara jamaatnya yang muntah-muntah dan mencret-mencret setelah prosesi makan rumput tadi.

pendeta sesat makan rumput

Bagi kita umat Islam, apa yang dilakukan pendeta sesat di atas tentu merupakan perbuatan yang salah dan kita yakin bahwa Nabi Isa 'alaihissalam pun tidak pernah menyuruh umatnya untuk makan rumput, hanya dengan alasan agar bisa lebih dekat dengan Allah Subhanahuwata'ala. Itu adalah bisa-bisa sang pendeta itu saja. Dan si pendeta itu pun melakukan amalan itu pun tanpa dasar dalil yang jelas dari agama mereka. Dan kelakuan pemuka agama Nasrani seperti yang dilakukan sang pendeta sesat ini memang merupakan ciri-ciri umat Nasrani atau Kristen dimana mereka suka beribadah tanpa landasan ilmu alias suka mengada-adakan sesuatu yang tidak pernah ada dalam ajaran agama mereka. Sungguh benarlah apa yang dikatakan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz dimana beliau mengatakan,

من عبد الله بغير علم كان ما يفسد أكثر مما يصلح

“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”
(Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15)

Dan Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah juga mengatakan dalam Majmu' Al-Fatawa sebagai berikut:

مَنْ فَسَدَ مِنْ عُلَمَائِنَا كَانَ فِيهِ شَبَهٌ مِنْ الْيَهُودِ وَمَنْ فَسَدَ مِنْ عِبَادِنَا كَانَ فِيهِ شَبَهٌ مِنْ النَّصَارَى

“Orang berilmu yang rusak (karena tidak mengamalkan ilmu yang dia ketahui) memiliki keserupaan dengan orang Yahudi. Sedangkan ahli ibadah yang rusak (karena beribadah tanpa dasar ilmu) memiliki keserupaan dengan orang Nashrani.” (Majmu’ Al Fatawa, 16/567)


Kejadian ini bagi kita mungkin terbilang rasis, tapi tidak bagi pendeta kristen di salah satu gereja di Amerika ini. Sang pendeta ini tidak menerima jamaat kristen dari warga berkulit hitam dan gerejanya hanya menerima kunjungan kebaktian dari jamaat kristen berkulit putih. Tidak jelas alasan pendeta kristen ini mengapa dia melakukan itu. Yang jelas dia terang-terangan mengajarkan hal berbau rasis seperti itu di gereja yang dia pimpin. Bila kedapatan ada warga kulit hitam yang berani masuk ke gerejanya, maka dia dengan tegas akan mengusirnya, bahkan siap melakukan tindakan yang lebih keras lagi. Dan ini terbukti saat salah seorang ibu separoh baya berkulit hitam masuk ke gerejanya untuk mengikuti prosesi baptis salah seorang bayi tetangganya, tanpa ampun sang pendeta mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan langsung mengusirnya keluar.

Mendapat perlakukan yang tidak diharapkan seperti itu, sang ibu kulit hitam tersebut tersinggung dan secara spontan melemparkan tas yang ada di tangannya ke arah sang pendeta. Walaupun tidak kena, sang pendeta naik pitam dan menyiramkan air suci yang berada di tangannya ke tubuh si ibu kulit hitam, mengejarnya dan memukulnya beberapa kali sampai akhirnya dilerai oleh jamaat yang lain.


pendeta kristen

Pendeta Kristen

Kejadian yang terekam oleh kamera handphone salah seorang jamaat yang kebetulan berada tidak jauh dari kejadian itu merupakan bukti nyata betapa seorang pemuka agama kristen begitu mudahnya berbuat semena-mena dalam menetapkan suatu hukum dalam agamanya. Tanpa ada dasar yang jelas dari kitab suci mereka sendiri, sang pendeta ini berani membuat hukum baru dalam gerejanya, padahal kita tahu bahwa Nabi Isa 'alaihissalam tidak pernah mengajarkan hal seperti itu kepada umatnya karena agama yang beliau 'alaihissalam bawa adalah agama Tauhid yang lurus yang tidak beliau peruntukkan khusus bagi warga kulit putih saja.

Dan bagi kita umat Islam, tentu sudah jelas bagi kita bahwa apa yang dilakukan pendeta kristen di atas adalah salah besar, karena Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam membawa Islam untuk seluruh umat manusia, tanpa membedakan ras, suku, etnis, warna kulit maupun status golongan. Dalam Islam yang membedakan seseorang itu di hadapam Allah Subhanahuwata'ala adalah taqwanya, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Hujarat di bawah ini:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)

Demikian juga dalam berbagai hadits, Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam dengan tegas menyatakan bahwa Islam tidak membedakan warna kulit bagi setiap umatnya, namun yang membedakan diantara umatnya adalah ketaqwaan, sebagaimana hadits dari Abu Dzar radhiallahu'anhu berikut ini:

عَنْ أَبِى ذَرٍّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ لَهُ « انْظُرْ فَإِنَّكَ لَيْسَ بِخَيْرٍ مِنْ أَحْمَرَ وَلاَ أَسْوَدَ إِلاَّ أَنْ تَفْضُلَهُ بِتَقْوَى »

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Lihatlah, engkau tidaklah akan lebih baik dari orang yang berkulit merah ataupun yang berkulit hitam, sampai engkau mengungguli mereka dengan takwa.” (HR. Ahmad, 5: 158. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari sanad lain)


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ».

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian. Namun yang Allah lihat adalah hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564)

Ayat dan hadits di atas adalah bukti nyata bahwa perbuatan pendeta kristen tersebut tidak dibenarkan dalam Islam dan bertentangan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam). Hadits di atas juga dengan tegas menyatakan bahwa bukan kulit putih yang membuat seseorang itu mulia, bukan pula karena seseorang itu keturunan darah biru alias bangsawan, atau keturunan Arab, paras nan rupawan ataupun memiliki harta yang melimpah. Namun yang membuat seseorang itu mulia di sisi Allah ta'ala adalah takwanya.

Pendeta Kristen Racis


Sebagai seorang muslim, kita mengimani bahwa seluruh ajaran yang dibawa para Nabi, mulai dari Nabi Adam 'alaihissalam sampai kepada Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam adalah satu, yakni Islam dengan mentauhidkan Allah Subhanahuwata'ala semata. Tidak ada Tuhan yang pantas untuk diibadahi selain Allah dan tidak ada pula sekutu dan tandingan bagi-Nya. Selain itu setiap para Nabi yang diutus kepada kaumnya, selalu mengkhabarkan kepada kaumnya tentang kedatangan Nabi terakhir di penghujung zaman yakni Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam. Dan itu mereka tulis dalam kitab-kitab mereka dimana nama Nabi Muhammad dalam Injil tertera dengan jelas, baik yang masih berupa lembaran-lembaran (sukhuf) maupun dalam kumpulan lembaran yang sudah berbentuk kitab, yakni Taurat dan Injil. Semuanya tertulis jelas tanpa samar dengan menyebutkan namanya yakni "Muhammad" dan menyebutkan sifat-sifatnya berikut ciri-ciri fisiknya. Hal tersebut diberitakan Allah Subhanahuwata'ala di dalam Al-Qur'an surat Al-A'rof ayat 157-158 sebagai berikut:


الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آَمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (157) قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (158)

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung. Katakanlah: “Wahai sekalian manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”. (QS. Al A’rof: 157-158).

nabi Muhammad dalam injil

Nabi Muhammad Dalam Injil

Di dalam ayat Al-A'rof di atas dengan jelas Allah Subhanahuwata'ala menyatakan bahwa berita kedatangan Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam sudah dikhabarkan dan tertulis dalam kitab Taurat dan Injil. Dan itu memang bisa dibuktikan, dimana nama Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam terdapat di dalam AlKitab (the original Hebrew scriptureas), tepatnya dalam Song of Solomon 5:16 yang teks aslinya berbahasa Ibrani (Hebrew) tertulis sebagai berikut:

חכו ממתקים וכלו  מחמד  ים זה דודי זה רעי בנות ירושלם

dibaca: "Hikko Mamtakkim Dhekhullo Muhammadim, Zeedodi Vezer'i Benoq Yerussalam"

artinya: "Teramat manis tutur katanya; Ya, dia adalah Muhammad. Dia adalah kekasihku, dan dia adalah temanku, wahai putera-puteri Yerusalem."

Untuk membuktikan apakah kata "מחמד"  adalah benar artinya Muhammad, silahkan cek secara online di situs yang jadi acuan referensi terjemahan dunia yakni www.freetranslation.com, pilih bahasa Hebrew dan terjemahkan ke bahasa Inggris (English), lalu masukkan kata "מחמד", hasilnya silahkan Anda lihat sendiri.

Namun, tangan-tangan kotor para pendeta mereka, baik dari kalangan Yahudi dan Nasrani telah merubah-rubah isi kitab-kitab mereka (Zabur dan Injil) dengan cara mengganti, menambah dan menguranginya, termasuk ayat dalam Song of Solomon surat 5 ayat 16 ini atau versi Injil Indonesianya Kitab Kidung Agung 5:16, dimana kata "Muhammad" mereka hapus dan diganti dengan sebutan lain, yakni:

Nama nabi Muhammad dalam Injil versi Inggris

"His voice and speech are exceedingly sweet; yes, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem."

atau

Nama Nabi Muhammad dalam Injil King James Version

(English Translation)
"His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. He is my beloved, and he is my friend, O daughters of Jerusalem."

atau

Nama Nabi Muhammad dalam Injil bahasa Indonesia

"Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai putera-puteri Yerusalem."

SEHARUSNYA TERTULIS:

"His voice and speech are exceedingly sweet; yes, he is Muhammad. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem."

atau

"His mouth is most sweet: yea, he is Muhammad. He is my beloved, and he is my friend, O daughters of Jerusalem."

atau

"Kata-katanya manis semata-mata, dia adalah Muhammad. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai putera-puteri Yerusalem."

Sungguh Allah telah mengkhabarkan kepada kita umat Islam bahwa sebenarnya kaum Yahudi dan Nasrani telah mengetahui kedatangan Nabi terakhir ini Shalallahu'alaihi wasallam jauh-jauh hari karena itu tertulis jelas di dalam kitab suci mereka sendiri. Dan mereka mengenal sosok Nabi terakhir ini Shalallahu'alaihi wasallam seperti mereka mengena anak-anak mereka sendiri, bahkan lebih mengenalnya lagi. Hal ini Allah Subhanahuwata'ala sendiri di dalam Al-Qur'an,
Allah Ta’ala berfirman,
 الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ 
“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 146)

bukti nabi muhammad dalam injil

Akibat perbuatan tangan-tangan kotor para pendeta mereka ini, makanya nama Nabi Muhammad dalam Injil dan berita kedatangan Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam tidak sampai hampir kepada sebagian besar umat Yahudi dan Nasrani, kecuali sedikit diantara mereka. Oleh karena itulah, maka akhirnya Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam diutus dan mengganti keberadaan kedua kitab ini dengan Al-Qur'an. Dan ulah tangan-tangan kotor para pendeta Yahudi dan Nasrani ini terhadap isi kitab mereka diabadikan dalam Al-Qur'an dalam berbagai surat, diantaranya sebagai berikut:

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat).” (QS. Al Maidah: 13)

فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 79)

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui. ” (QS. Ali Imron: 78)

Oleh karena itu, terbuktilah sekarang bahwa ada nama Nabi Muhammad dalam Injil. dan jelaslah sekarang bahwa setiap ajaran yang ada dalam kitab-kitab sebelum Al Qur’an seperti Taurat, Zabur dan Injil, umat Islam hanya wajib sekedar mengimaninya saja dan tidak diwajibkan untuk mengamalkannya, karena ajaran Islam sudah menghapusnya (menaskh-nya) dan menggantikannya dengan Al-Qur'an.

Terakhir, salah satu bukti tambahan yang mengkhabarkan bahwa kitab-kitab sebelumnya (Zabur) sudah kotor dan tidak putih bersih lagi, adalah hadits di bawah ini dimana dalam riwayat yang shahih ini menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menegur Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu saat beliau radhiallahu'anhu melihat-lihat lembaran taurat di tangannya, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَفِي شَكٍّ أَنْتَ يَا بْنَ الخَطَّابِ؟ أَلَمْ آتِ بِهَا بَيْضَاءُ نَقِيَّةٌ؟! لَوْ كَانَ أَخِيْ مُوْسَى حَيًّا مَا وَسَعَهُ إِلاَّ اتِّبَاعِي رواه أحمد والدارمي وغيرهما.

“Apakah dalam hatimu ada keraguan, wahai Ibnul Khottob? Apakah dalam taurat (kitab Nabi Musa, pen) terdapat ajaran yang masih putih bersih? (Ketahuilah), seandainya saudaraku Musa hidup, beliau tetap harus mengikuti (ajaran)ku.”
(HR. Ahmad 3: 387, Ad Darimi dalam Al Muqoddimah, 1:115-116, Al Bazzar dalam Kasyful Astar 1: 78-79 no. 124, Ibnu Abi ‘Ashim dalam As Sunnah 1: 27 no. 50, Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jaami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlih, Bab Menelaah Kitab Ahli Kitab dan Riwayat dari Mereka 1: 24)

Demikianlah bukti tentang tertulisnya nama Nabi Muhammad dalam Injil maupun Taurat. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dan makin mempertajam iman kita terhadap dien yang haq ini.






Ada sesuatu yang luput dari perhatian kita umat Islam terhadap situs yang paling sering dikunjungi orang di seluruh dunia ini, bahkan kita sendiri lebih sering mengunjungi situs ini untuk sekedar mencari informasi yang sedang kita butuhkan. Situs apakah itu? ya, benar... situs Google. Itu terjadi sekitar 5 tahun yang lalu (2010), dimana Google menyembunyikan informasi tentang kata kunci "Islam" di mesin pencarinya. Jadi bila kita buka situs Google.com lalu kita ketik kata kunci "Islam", maka Google tidak akan memberikan pilihan apa-apa terhadap kata kunci itu. Beda bila kita memasukkan kata kunci "Kristen adalah" atau "christianity is", maka yang muncul adalah rekomendasi kata informasi tambahan yakni“bullsh*t, not a religion, a lie, false, a cult, wrong, fake, dying, Jewish, and not a religion t-shirt.” Apakah fenomena ini ada hubungannya dengan ulah Yahudi dan Nasrani?


yahudi dan nasrani

Coba perhatikan lagi untuk kata lain, dimana bila kita memasukkan kata kunci "Hindu adalah" atau “Hinduism is” maka kata kunci rekomendasi yang keluar adalah “monotheistic, false, polytheistic, the majority religion of, the oldest religion, not a religion, fake, most commonly found, characterized by, and wrong.”

Bila kita memasukkan kata kunci "Buddha adalah" atau  “Buddhism is” maka kata rekomendasi tambahan yang keluar adalah “not a religion, wrong, not what you think, bullsh*t, polytheistic, a religion, false, based on what concepts, the best religion, and atheism.”

Bila kita memasukkan kata kunci "Yahudi adalah" atau “Judaism is” maka kata kunci yang keluar adalah “false, not a race, not a religion, a race, a religion of the book, not Jewish, a gutter religion, monotheistic, a cult, and a religion.”

Bila kita memasukkan kata kunci " Atheis adalah" atau “Atheism is” maka kata kunci yang keluar adalah “a religion, dead, not a religion, wrong, the new fundamentalism, growing, a non-prophet organization, so senseless, illogical, a religion supreme court.”

Tapi coba kalau kita mengetikkan kata "Islam adalah" atau "Islam is", maka search engine Google tidak memberikan rekomendasi kata tambahan apapun dan memproteksinya. Akibat kritikan dari seluruh dunia akan campur tangan orang-orang engineer Google yang menyetel algoritma "googlebot" dan bot yang bekerja di mesin pencarinya ini, akhirnya setahun kemudian Google langsung merevisinya tanpa memberikan komentar apapun atau klarifikasi apapun, sehingga kalau sekarang kita mengetik di mesin pencari Google kata kunci "Islam adalah" sudah tidak diproteksi lagi dan untuk Google Indonesia akan muncul kata rekomendasi tambahan "agama yang benar, agama yang damai, rahmatan lil alamin, agama yang mudah".

kaum yahudi dan nasrani

Fenomena Yahudi dan Nasrani

Fenomena mesin pencari Google di atas mungkin bagi kita muslim bukanlah sesuatu hal yang aneh. Kenapa? karena salah seorang pendiri Google yang bernama Sergey Brin adalah seorang yang berdarah Yahudi. Ayahnya bernama Michael Brin adalah dosen matematika pada Universitas Moskwa, Rusia. Namun akibat diskriminasi terhadap etnis Yahudi di Rusia membuatnya meninggalkan negeri itu dan pindah ke Amerika. Nah, Sergey bersama rekan sekampusnya di Universitas Michigan yang bernama Larry Page akhirnya mendirikan mesin pencari Google ini. Walaupun di berbagai media diketahui bahwa Sergey Brin bukan termasuk orang Yahudi yang anti Islam, namun mungkin bisa saja di dalam perusuhaannya terdapat beberapa engineer berdarah Yahudi yang usil melakukan ini semua di mesin pencari Google, sehingga terjadilah fenomena ini.  Dan sudah kita ketahui bersama bahwa orang Yahudi dan Nasrani sampai kiamat nanti tidak akan senang kepada kita umat Islam sampai umat Islam mau mengikuti agama mereka. Sifat kaum Yahudi dan Nasrani ini dikabarkan oleh Allah Subhanahuwata'ala dalam firmannya dalam surat Al-Baqarah ayat 120 sebagai berikut:

 وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka." (QS. Al Baqarah: 120)

Dan di dalam ayat 109, Allah Ta’ala juga berfirman,
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah: 109)

Dan ulah orang Yahudi dan Nasrani dalam memusuhi Islam sudah terdeteksi sejak dahulu sewaktu Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam masih hidup, dimana seorang wanita Yahudi pernah meracun Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam, sebagaimana hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
 أَنَّ امْرَأَةً يَهُودِيَّةً أَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشَاةٍ مَسْمُومَةٍ
 فَأَكَلَ مِنْهَا فَجِىءَ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَسَأَلَهَا عَنْ ذَلِكَ فَقَالَتْ أَرَدْتُ لأَقْتُلَكَ. قَالَ « مَا كَانَ اللَّهُ لِيُسَلِّطَكِ عَلَى ذَاكِ ». قَالَ أَوْ قَالَ « عَلَىَّ ». قَالَ قَالُوا أَلاَ نَقْتُلُهَا قَالَ « لاَ ». قَالَ فَمَا زِلْتُ أَعْرِفُهَا فِى لَهَوَاتِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.
“Sesungguhnya seorang wanita Yahudi pernah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa daging kambing yang sudah diracuni. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memakan daging tersebut. Tak lama setelah itu wanita tadi dipanggil untuk menghadap beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya tentang perbuatan si wanita tadi. Wanita tersebut pun berkata, “Aku ingin membunuhmu.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah tidaklah memberimu kekuatan untuk maksudmu tadi.”
(Periwayat hadits ini ada yang mengatakan), “(Allah tidaklah memberimu kekuatan) untuk mencelakakanku.” Lantas para sahabat berkata, “Apakah sebaiknya dia dibunuh saja?”
(HR. Bukhari no. 2617 dan Muslim no. 2190)

Berikut video bukti dari fenomena ini semua yang sempat direkam oleh seorang netter dari Amerika sebagai bukti akan ulah orang-orang yang berada di belakang mesin pencari ini.