Select Menu

Favourite

Berita Dalam Negeri

Belajar Islam

Berita Luar Negeri

Sejarah Islam

Aqidah

Manhaj

Fiqih

Tafsir

Tanya Ustadz

Seorang laki-laki muslim kulit putih yang berasal dari dataran Eropa di wilayah Turki sedang berkunjung ke benua Afrika, tepatnya di kota Miradi, Nigeria. Disana sore itu dia sengaja berkeliling kota dengan sepeda motor yang disewanya untuk melihat keadaan masyarakat kota Miradi lebih dekat lagi. Setelah cukup lama berkeliling, akhirnya sampailah dia ke sebuah pemukiman penduduk di pinggiran kota tersebut. Saat melewati sebuah jalan kecil, dia mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh salah seorang warga yang sedang berkumpul di teras salah satu rumah yang berada di pinggir jalan itu. Laki-laki muslim kulit putih ini pun menghentikan sepeda motornya dan memarkirnya di seberang jalan. Dia berjalan mendekati orang yang sedang melantunkan ayat suci Al-qur'an itu dan ikut duduk mendengarkan bersama beberapa warga yang lain.
Warga kota yang sedang berkumpul itu tidak tahu kalau laki-laki kulit putih ini adalah seorang muslim. Malah mereka menyangka bahwa laki-laki kulit putih ini adalah seorang misionaris kristen yang sedang mencari mangsanya sebagaimana yang sering terjadi di wilayah itu. Namun apa yang terjadi saat ayat suci Al-Qur'an itu dibacakan? Suatu yang membuat air mata Anda akan berkaca-kaca terharu. Silahkan saksikan tayangan selengkapnya pada video di bawah artikel ini.


laki-laki muslim

Laki-Laki Muslim Bersaudara

Apa yang dilakukan warga muslim kulit hitam yang sedang membacakan ayat Al-Qur'an di atas kepada laki-laki muslim kulit putih dalam video ini menunjukkan bahwa sesama muslim itu adalah bersaudara karena mereka disatukan oleh iman. Hal ini digariskan secara tegas dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Hujarat ayat 10 yang berbunyi:

[قَالَ تَعَالَى : { إِنَّمَا المُؤْمِنُونَ إخْوَةٌ } [ الحجرات : 10

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” (QS. Al Hujurat: 10).

Selain itu, Rasulullah Shalallahu'alahi wasallam juga menegaskan begitu eratnya ikatan persaudaraan antara sesama muslim, sampai-sampai Beliau Shalallahu'alahi wasallam menyatakan bahwa tidak akan sempurna iman seorang muslim sampai dia mencintai saudara seimannya yang lain seperti dia mencintai dirinya sendiri. Hadits ini dikhabarkan langsung oleh salah seorang sahabat Rasulullah Shalallahu'alahi wasallam yakni Anas radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim rahimahullah sebagai berikut: 

 عن أنس – رضي الله عنه – ، عن النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : ( لا يُؤمِنُ أحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحبُّ لِنَفْسِهِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”  (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari No. 13 dan Muslim No. 45).

Telah kita ketahui bersama bahwa ibadah kristen atau cara beribadah umat kristen adalah dengan menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Allah yang mereka karang sendiri dengan diiringi alat musik seperti piano atau orgen dan sejenisnya. Ada lagu pujian yang mereka dendangkan dengan ritme mars, seriosa dan bahkan di khusus umat kristen keturunan Afrika yang tinggal di Amerika, mereka mendendangkan lagu pujian tersebut dengan ritme hip hop atau rap. Mereka menyanyikan lagu-lagu pujian tersebut di gereja atau di rumah yang mereka jadikan tempat ibadah.

Namun bila kita perhatikan, tidak satupun dari mereka melakukan prosesi ibadah kristen sesuai apa yang tertulis di kitab suci mereka. Bila kita perhatikan, sangat banyak ayat di dalam Injil yang mengkhabarkan bagaimana Yesus melakukan ibadah. Disana cara ibadah kristen tertulis jelas bahwa Yesus menyembah Tuhannya dengan cara berlutut ke tanah dan bersujud ke tanah. Sama seperti cara kita umat Islam dalam melakukan gerakan shalat. Malah Yesus tidak ada memerintahkan beribadah dengan cara bernyanyi. Yang ada hanya "berlutut ke tanah dan meletakkan mukanya ke tanah". Bahkan perintah melakukan wudhu, tertulis jelas di dalam Injil. Sebagai buktinya, di bawah artikel ini nanti akan kami lampirkan beberapa ayat di dalam Injil yang menerangkan hal tersebut.

ibadah kristen

Sekarang bagi kita umat Islam, hal ini makin menguatkan iman kita dan keyakinan kita bahwa apa yang diturunkan Allah Subhanahuwata'ala kepada seluruh para Nabi adalah satu yakni Islam. Dan itu diucapkan sendiri oleh Rasulullah Shalallahu'alahi wasallam di dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa agama seluruh para Nabi itu adalah satu, yakni Islam.

أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ ، وَالأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلاَّتٍ ، أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى ، وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

“Aku adalah orang yang paling dekat dan paling mencintai Isa bin Maryam di dunia maupun di akhirat. Para nabi itu adalah saudara seayah walau ibu mereka berlainan, dan agama mereka adalah satu.”
(HR. Bukhari no. 3443 dan Muslim no. 2365)

Berikut lampiran surat dan ayat di dalam Injil perihal ibadah kristen atau cara beribadah yang dilakukan Yesus sebenarnya:

A. Ibadah Kristen Berlutut dan Bersujud

1. Matius / Matthew 26:39)
"And he (Jesus) went a little farther, and FELL ON HIS FACE, and prayed, saying, O my Father, if it be possible, let this cup pass from me: nevertheless not as I will, but as thou wilt." - New Testament (Matthew 26:39)

"Kemudian Yesus pergi lebih jauh sedikit, lalu Ia TERSUNGKUR KE TANAH dan berdoa. "Bapa," kata-Nya, "kalau boleh, jauhkanlah daripada-Ku penderitaan yang Aku harus alami ini. Tetapi jangan menurut kemauan-Ku, melainkan menurut kemauan Bapa saja." (Matius 26:39)

2. Kejadian / Genesis 17:3
"And Abram FELL ON HIS FACE: and God talked with him, saying," - Old Testament (Tanakh)  (Genesis 17:3)

Lalu Abram SUJUD DENGAN WAJAHNYA, dan Allah berfirman kepadanya: (Kejadian 17:3)

3. Keluaran / Exodus 34:8
"And Moses made HASTE, and bowed HIS HEAD toward the earth, and worshipped." - Old Testament(Tanakh) (Exodus 34:8)

"Segeralah Musa BERLUTUT ke tanah, lalu SUJUD menyembah" (Keluaran 34:8)

4. Bilangan / Numbers 20:6
"And Moses and Aaron went from the presence of the assembly unto the door of the tabernacle of the congregation, and they FELL UPON THEIR FACES: and the glory of the LORD appeared unto them." - Old Testament (Tanakh) (Numbers 20:6)

Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu MEREKA SUJUD. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka. (Bilangan 20:6)

5. Bilangan / Number 16:20-22
"And the LORD spake unto Moses and unto Aaron, saying, Separate yourselves from among this congregation, that I may consume them in a moment. And they FELL UPON THEIR FACES, and said, O God, the God of the spirits of all flesh, shall one man sin, and wilt thou be wroth with all the congregation?" - Old Testament (Tanakh)  (Numbers 16:20-22)

Lalu TUHAN berkata kepada Musa dan Harun, "Mundurlah dari orang-orang itu; Aku mau membinasakan mereka sekarang juga." Tetapi Musa dan Harun SUJUD MENYEMBAH dan berkata, "Ya Allah, Engkaulah yang memberi kehidupan kepada segala yang hidup. Kalau hanya seorang saja yang berdosa, apakah Engkau marah kepada seluruh umat?" (Bilangan 16:20-22)

6. Yosua / Joshua 5:14
"And he said, Nay; but as captain of the host of the LORD am I now come. And Joshua FELL ON HIS FACE TO EARTH, and did worship, and said unto him, What saith my Lord unto his servant?" - Old Testament (Tanakh)  (Joshua 5:14)

Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang." Lalu SUJUDLAH YOSUA DENGAN MUKANYA KE TANAH, menyembah dan berkata kepadanya: "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?" (Yosua 5:14)

7. 2 Tawarikh / 2 Chronicles 20:18
"And Jehoshaphat BOWED HIS HEAD WITH HIS FACE TO THE GROUND: and all Judah and the inhabitants of Jerusalem fell before the LORD, worshipping the LORD." - Old Testament (Tanakh).  (2 Chronicles 20:18)

Lalu BERLUTUTLAH YOSAFAT DENGAN MUKANYA KE TANAH. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalempun SUJUD di hadapan TUHAN dan menyembah kepada-Nya. (2 Tawarikh 20:18)

8. 2 Samuel 12:20
"Then David arose from the earth and washed and anointed himself and changed his clothes. And he went into the house of the LORD and worshiped (2 Samuel 12:20)

Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan SUJUD MENYEMBAH. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan. (2 Samuel 12:20)

B. Ibadah Kristen Berwudhu Membasuh Tangan dan Kaki

1. Keluaran / Exodus 30:21
"They shall wash their HANDS and their FEET, (Exodus 30:21)
"Haruslah mereka MEMBASUH TANGAN DAN KAKI mereka, (Keluaran 30:21)

2. Keluaran 40:31
"And Moses and Aaron and his sons washed their HANDS and their FEET. (Exodus 40:31)
"Musa dan Harun serta anak-anaknya MEMBASUH TANGAN DAN KAKI MEREKA DENGAN AIR dari dalamnya." Keluaran 40:31)

Memang tidak mudah menjadi seorang muslim, apalagi di negara yang mayoritasnya beragama lain seperti Kristes, Buddha, Hindu dan lain sebagainya. Mereka dilecehkan, diikuti, dan bahkan sering mendapat perlakuan kasar dan cemoohan. Oleh karenanya, banyak diantara kaum muslim kita yang terpaksa menyembunyikan keIslamannya dan berpenampilan layaknya masyarakat di sekitarnya yang non muslim. Namun hal ini tidak berlaku bagi Sean O'Sullivan. Sejak menjadi seorang mualaf beberapa tahun lalu dan berganti nama menjadi Yahya, pria kulit putih yang memiliki ibu asli bangsawan Belfast, Inggris ini sering mendapatkan perlakuan yang tidak baik, terutama oleh polisi yang selaku mencegatnya di jalan.

Terkadang saat dia mengedarai sedan BMW-nya, secara tiba-tiba polisi memberhentikannya tanpa ada sebab apapun. Bahkan terkadang dalam satu minggu itu pernah sampai lima kali dia diberhentikan di jalan. Dan tidak jarang juga dia ingin ditahan polisi dan dibawa ke kantor polisi, namun si polisi tidak bisa memberikan alasan kenapa dia ingin ditangkap. Dan dengan berani, Yahya menanyakan; "Apakah saya ingin ditahan karena saya muslim dan memanjangkan jenggot saya? Sang polisi tidak menjawabnya dan mencari-cari alasan yang diada-adakan, bahkan terkadang berbohong.

mualaf inggris

Bagi kita umat Islam, apa yang dialami oleh saudara kita Yahya diatas merupakan hal yang sudah dikabarkan oleh Allah subhanahuwata'ala dimana orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani tidak akan senang kepada kita umat Islam, sampai kita mengikuti agama mereka. Hal ini dikhabarkan jelas dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Baqarah ayat 120 yang berbunyi sbb:

 وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka." (QS. Al Baqarah: 120)

Dan apa yang dilakukan saudara kita Yahya ini dengan berpenampilan sebagai seorang muslim adalah untuk menegaskan jati dirinya sebagai seorang muslim dan ingin memisahkan diri dari golongan non muslim agar tidak menyerupai mereka, karena Rasulullah pernah bersabda:

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”
(HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Syaikhul Islam mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (bagus) dalam Iqtidho‘ 1: 269 . Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini Shahih dalam Irwa’ul Gholil No. 1269)

Kenapa kita dilarang Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam meniru-niru orang kafir secara lahiriyah? Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

أَنَّ الْمُشَابَهَةَ فِي الْأُمُورِ الظَّاهِرَةِ تُورِثُ تَنَاسُبًا وَتَشَابُهًا فِي الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَلِهَذَا نُهِينَا عَنْ مُشَابَهَةِ الْكُفَّارِ

“Keserupaan dalam perkara lahiriyah bisa berpengaruh pada keserupaan dalam akhlak dan amalan. Oleh karena itu, kita dilarang tasyabbuh (menyerupai) orang kafir”
(Majmu’ Al Fatawa, 22: 154).

Dan dalam Majmu’ Al Fatawa, beliau rahimahullah berkata,

فَإِذَا كَانَ هَذَا فِي التَّشَبُّهِ بِهِمْ وَإِنْ كَانَ مِنْ الْعَادَاتِ فَكَيْفَ التَّشَبُّهُ بِهِمْ فِيمَا هُوَ أَبْلَغُ مِنْ ذَلِكَ ؟!

“Jika dalam perkara adat (kebiasaan) saja kita dilarang tasyabbuh (menyerupai) mereka, bagaimana lagi dalam perkara yang lebih dari itu?!”
(Majmu’ Al Fatawa, 25: 332)

Dan bagi saudara kita Yahya nun juah di negeri Inggris sana, bersabarlah. Sungguh Anda termasuk orang yang beruntung karena Anda dianggap "asing" oleh masyarkat di sekitar Anda. Karena "orang-orang yang dianggap asing" ini sudah dikabarkan Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam dalam haditsnya sebagai berikut:

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ فَقِيلَ مَنِ الْغُرَبَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أُنَاسٌ صَالِحُونَ فِى أُنَاسِ سَوْءٍ كَثِيرٍ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ

“Beruntunglah orang-orang yang dianggap asing.” “Siapakah orang yang dianggap asing itu wahai Rasulullah”, tanya sahabat. Jawab beliau, “yakni orang-orang shalih yang berada di tengah banyaknya orang-orang yang jelek, lalu orang yang melecehkannya lebih banyak daripada yang mentaatinya”
(HR. Ahmad 2: 177. Hadits ini Hasan lighoirihi, kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

Nah, sekarang bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk orang yang dianggap asing di lingkungan Anda? Sering diejek mirip "kambing" karena berjenggot dan dibilang "kebanjiran" kerena memakai celana di atas mata kaki? sungguh beruntunglah orang yang dianggap asing itu......



Namanya Professor Moshe Sharon. Dia adalah seorang peneliti Sejarah Agama Islam dari Faculty of the Hebrew University of Jerusalem. Menurut penelitian yang telah dia lakukan dia menyimpulkan bahwa sebenarnya seluruh para nabi itu adalah muslim, sama dengan keyakinan umat Islam saat ini. Dia mengatakan bahwa mulai dari Nabi Adam 'alaihissalam, Ibrahim, Ishaq, Daud, Sulaiman, Yesus 'alaihissalam sampai kepada Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam, mereka semua adalah muslim. Pria kelahiran Hiafa, Israel tahun 1937 ini  juga mengatakan bahwa sejak dunia ini diciptakan, hanya ada satu agama yakni Islam.

Prof. Moshe Sharon adalah profesor sekaligus peneliti senior yang diakui dunia dan sebagai rujukan Sejarah Agama Islam di dunia Barat. Dia sudah meneliti sejarah agama Islam selama 40 tahun lebih. Ini bisa dilihat dari gelar Phd yang diperolehnya di tahun 1971. Saat ini, selain mengajar sejarah agama Islam di Universitas Hebrew, Israel, dia juga mengajar di University of London, Oxford dan Dublin.

sejarah agama islam

Sejarah Agama Islam

Sungguh benar apa yang dikatakan Profesor Yahudi ini. Dia telah jujur dengan apa yang dikatakannya. Dan dia juga telah jujur dengan hasil penelitiannya, karena hal itu juga sudah jelas adanya. Bahkan berita tentang samanya apa yang diturunkan kepada seluruh para Nabi dipertegas di dalam Al-Qur'am Surat Ali Imran ayat 84 dan 85 yang berbunyi:

قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (٨٤)وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (٨٥

Katakanlah, "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para Nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya lah kami menyerahkan diri." "Barang siapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.

Ayat di atas sangat jelas sekali menegaskan bahwa agama yang dibawa oleh seluruh para Nabi adalah sama yakni agama yang sama yang dibawa oleh Nabi terakhir yakni Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam. Dan bagi siapapun yang memilih agama selain Islam, maka Allah tidak menerimanya dan dia termasuk orang yang merugi.
Hal ini dipertegas lagi dalam hadits yang diberitakan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, dimana beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ ، وَالأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلاَّتٍ ، أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى ، وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

“Aku adalah orang yang paling dekat dan paling mencintai Isa bin Maryam di dunia maupun di akhirat. Para nabi itu adalah saudara seayah walau ibu mereka berlainan, dan agama mereka adalah satu.” (HR. Bukhari no. 3443 dan Muslim no. 2365)

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

« أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِى الأُولَى وَالآخِرَةِ ». قَالُوا كَيْفَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ مِنْ عَلاَّتٍ وَأُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ فَلَيْسَ بَيْنَنَا نَبِىٌّ »

“Aku adalah orang yang paling dekat dan yang paling mencintai Isa bin Maryam di dunia maupun di akhirat.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana bisa seperti itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Para nabi itu adalah saudara seayah walau ibu mereka berlainan, namun agama mereka adalah satu. Dan tidak ada di antara kami (antara Nabi Muhammad dan Nabi Isa) seorang nabi.”

Tidak ada yang aneh pada gereja yang berlokasi di Southampton, Virginia ini. Bangunannya bercat putih dengan tiang salib besar di atas atapnya, tidak beda dengan kebanyakan sosok gereja pada umumnya. Namun bila jadwal kebaktian tiba, ada yang aneh saat jamaatnya berada di dalamnya. Semuanya langsung menanggalkan pakaiannya dan hanya beberapa orang jemaat baru saja yang tetap berpakaian. Mereka tidak menunjukkan rasa malu untuk melihat aurat masing-masing saat melakukan ibadah dan memanjatkan puji-pujian di dalam gereja setan itu.


Pendeta Gereja Setan

Adalah pendeta Allen Parker, sosok yang memunculkan ide sinting ini. Sebagai pemimpin di gereja setan itu, dia beralasan bahwa dengan menanggalkan pakaian dan beribadah dalam keadaan telanjang, akan membuat Tuhan senang karena tubuh dalam kondisi suci.

"Lihat saja, Yesus lahir dalam keadaan telanj*ng, disalib dalam keadaan tel*njang dan akan bangkit dari kubur dengan meninggalkan pakaiannya," jawab sang pendeta saat ditanya alasan dia melakukan ini semua.

"Jika Tuhan menciptakan kita dalam keadaan tel*njang, bagaimana bisa disalahkan kalau kita beribadah di gereja juga dalam keadaan te**njang?" tambahnya lagi sambil keluar meninggalkan gereja setan-nya.

gereja setan
Cara Ibadah Gereja Setan

Bagi kita umat Islam sudah jelas bagi kita kedudukan dan tingkah laku mereka kaum Nashoro atau Nasrani ini, karena mereka beribadah tanpa ilmu dan berlebih-lebihan dalam agama mereka. Mereka mendahulukan hawa nafsu mereka dalam beribadah kepada Allah Subhanahuwata'ala tanpa dasar ilmu yang mendasarinya. Hal ini bisa kita lihat dalam Al-Qur'an tentang peringatan Allah Subhanahuwata'ala kepada Ahli Kitab yakni kaum Yahudi dan Nashoro sebagai berikut:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلاَ تَتَّبِعُواْ أَهْوَاء قَوْمٍ قَدْ ضَلُّواْ مِن قَبْلُ وَأَضَلُّواْ كَثِيراً وَضَلُّواْ عَن سَوَاء السَّبِيلِ  

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus". 
[Al Maidah:77.]

Rasulullah Shalallahua’laihiwasalam bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ فَإِنَّهُ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ

“Wahai manusia, berhati-hatilah kalian dari perbuatan ghuluw (berlebih-lebihan dan melampaui batas) dalam agama ini, kerana sesungguhnya yang telah membinasakan umat sebelum kalian adalah ghuluw dalam beragama.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)

‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz mengatakan,
من عبد الله بغير علم كان ما يفسد أكثر مما يصلح

“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”
(Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, Hal. 15)

Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah- mengatakan,
مَنْ فَسَدَ مِنْ عُلَمَائِنَا كَانَ فِيهِ شَبَهٌ مِنْ الْيَهُودِ وَمَنْ فَسَدَ مِنْ عِبَادِنَا كَانَ فِيهِ شَبَهٌ مِنْ النَّصَارَى

“Orang berilmu yang rusak (karena berilmu tapi tidak mengamalkannya) memiliki keserupaan dengan orang Yahudi. Sedangkan ahli ibadah yang rusak (karena beribadah tanpa  ilmu) memiliki keserupaan dengan orang Nashrani.” (Majmu’ Al Fatawa, 16/567)


Sungguh apa yang dilakukan para ahlu kitab kaum Nashoro di gereja setan yang bernama White Tail Chapel yang telah diceritakan diatas, menjadi bukti bagi kita umat Islam bahwa yang merusak agama mereka adalah para pendeta dan pemuka agama mereka sendiri dengan cara berbuat ghuluw dan berlebih-lebihan dalam menerapkan ajaran agama mereka tanpa dasar ilmu yang jelas.
Apakah Anda masih memiliki ibu? apakah beliau masih ada? Kalau masih ada, seperti apa Anda menghormatinya dan mengasihinya? Apakah seperti yang dilakukan pria dalam video berikut ini? Ketahuilah wahai saudaraku, kebaikan seperti apa yang kita lakukan kepada ibu kita tidak akan pernah terbalaskan, walaupun seperti yang dilakukan pria dalam video ini. Apa yang dilakukan pria ini belum seukuran satu helai rambut pun bila dibandingkan dengan apa yang telah diberikan seorang ibu kepada kita. Itulah hubungan ibu dan anak.

Terlihat dalam video ini seorang pria yang berasal dari kota Son'a ibu kota Yaman, memberikan sambutan istimewa kepada ibunya saat sang ibu baru tiba dari Bandara di Riyadh, Arab Saudi. Ia mempersiapkan karpet merah persis di depan eskalator pintu kedatangan di bandara tersebut. Cukup lama dia berdiri tanpa merasa malu dengan orang-orang yang melihat apa yang dilakukannya yang terkensan norak. Pria ini tetap menanti kedatangan sang ibu terkasih. Dan saat sang ibu terlihat datang bersama sang ayah, turun dari eskalator dan mendekati anaknya, sang pria justru tidak menuju sang ayah, namun langsung bersujud dan bersungkur mencium kedua kaki ibunya. Dan setelah dengan penuh haru dia memeluk erat sang ibu.

Peristiwa ini ternyata diliput tanpa sengaja oleh salah seorang wartawan surat kabar Arar Newspaper dan memuatnya di harian tersebut dengan judul Hubungan Ibu dan Anak yang luar biasa. Berita kelakuan pria ini langsung mendapat banyak simpati dari para pembaca. Hampir seluruh pembaca memberi komentar bahwa apa yang telah dilakukan pria ini kepada ibunya belumlah sebanding dengan kasih seorang ibu kepada anaknya. Dan tidak akan pernah terbalaskan.


ibu dan anak

Ibu dan Anak

Sebagai seorang muslim, tentu kita tahu bahwa hubungan antar ibu dan anak adalah hubungan yang istimewa. Seorang anak diwajibkan untuk berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tuanya, terlebih lagi kepada ibunya. Ini jelas terdapat dalam Al-Qur'an pada surat Al-Ahqaaf  ayat 15 dan Surat Luqman ayat 14. Juga dalam berbagai hadits dari Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wasallam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh radhiallahu'anhu di bawah ini:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian kepada siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian kepada siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa hadits diatas menegaskan tentang ibu dan anak bahwa seorang anak wajib untuk mengasihi ibunya, harus tiga kali lipat lebih besar dibandingkan terhadap ayahnya. Disini Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali saja.  (Lihat Tafsir Al-Qurthubi X : 239. al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa ibu memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan ayah).