Sudahkah Anda daftarkan blog Anda ke Blog Directory?

:: Wadah thullabul-ilmiy (para penuntut ilmu) dalam menimba ilmu Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman Salaful Ummah (para shahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in). Mendekatkan ummat kepada agamanya, yakni ketauhidan yang lurus hanya kepada Allah Subhanahuwata'ala semata, menjauhkan ummat dari perbuatan yang bisa merusak agamanya, yakni syirik, kurafat, tahyul, perdukunan, tatoyyur, bid'ah, dsb.

Sabtu, 27 Februari 2010

Pemutarbalikan Sejarah Islam [3]

2. Seorang Muslim Kah Abu Thalib ?
Tidak sedikit dari buku sejarah Islam, terutama yang berhaluan Syiah - yang menyebutkan bahwa Abu Thalib; paman Rasulullah صلي الله عليه و سلم meninggal dunia dalam keadaan muslim. Padahal semua riwayat seputar masuk Islam-nya Abu Thalib, derajatnya lemah. Tak satu pun yang shahih. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata: "Aku telah membaca sebuah kitab hadith dari kalangan Syiah rafidhah, di dalamnya banyak dimuat hadith-hadith lemah seputar masuk Islam-nya Abu Thalib, tak satu pun yang shahih, wabillahit taufiq. Dan aku telah meringkasnya dalam kitab "Al-Ishabah", pada biografi Abu Thalib." ("Fathul Baari", juz 7, hal.234).

Lebih dari itu, semua hadith shahih seputar kesudahan hidup Abu Thalib menunjukkan bahwa dia meninggal dunia dalam keadaan kafir. Di antaranya adalah apa yang terdapat dalam kitab "Shahih Al-Bukhari" no.3884:
"... Hingga saat menjelang kematiannya, kata terakhir yang diucapkan Abu Thalib kepada mereka (Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah) adalah: '(aku) di atas agama Abdul Muththalib (penyembah berhala)'." [2]

Demikian pula secara lebih tegas disebutkan dalam kitab "Shahih Muslim" no. 39: "... Dia (Abu Thalib berada di atas agama Abdul Muththalib (penyembah berhala) dan tidak mau mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallaah."


3. Sahabat Utsman bin Affan رضي الله عنه khalifah yang terzalimi
'Utsman bin 'Affan رضي الله عنه adalah sahabat Rasul  صلي الله عليه و سلم  yang mulia. Suatu kehormatan telah beliau رضي الله عنه raih manakala namanya berderet di antara para sahabat yang terdahulu masuk Islam (as-sabiqunal awwalun). Bahkan berderet di antara sepuluh orang sahabat yang mendapatkan janji surga (al-'asyarah al-mubasysyaruna biljannah) melalui lisan Rasulullah صلي الله عليه و سلم . Perjuangan beliau رضي الله عنه dalam membela agama Allah سبحانه وتعالى dan Rasul-Nya صلي الله عليه و سلم  pun sangat besar. Tak hanya jiwa dan raga yang beliau persembahkan di jalan Allah سبحانه وتعالى (fii sabilillah). Harta yang tak terhitung banyaknya pun senantiasa beliau رضي الله عنه infakkan di berbagai momen strategis pejuangan Islam.

Betapa besar kecintaan Rasulullah صلي الله عليه و سلم  kepada sahabat 'Utsman bin 'Affan رضي الله عنه . Tak heran bila kemudian beliau berposisi sebagai menantu khairul Anam. Pada kali yang pertama, beliau dinikahkan dengan putri Rasulullah صلي الله عليه و سلم  yang bernama Ruqayyah رضي الله عنها. Hingga ketika Ruqayyah wafat, 'Utsman رضي الله عنه pun dinikahkan kembali dengan putri Rasulullah صلي الله عليه و سلم  lainnya yang bernama Ummu Kultsum رضي الله عنها . Dengan itulah kemudian beliau bergelar "pemilik dua cahaya" (dzun nurain). Suatu gelar kehormatan yang tak dimiliki oleh isapapun selain beliau.

Semakin lengkap pula kehormatan yang beliau raih manakala (sepeninggal Rasulullah صلي الله عليه و سلم ) dinobatkan sebagai khalifah ketiga, setelah Abu bakr Ash-Shiddiq رضي الله عنه dan Umar bin Al-Khathab رضي الله عنه. Orang-orang besar yang telah mengantarkan umat Islam menuju kejayaannya. Betapa banyak riwayat-riwayat shahih seputar keutamaan sahabat 'Utsman bin 'Affan رضي الله عنه yang terabadikan dalam kitab-kitab hadith yang terpercaya. [3]

Namun demikian, di antara para sejarawan, ada yang menikam sahabat 'Utsman bin 'Affan رضي الله عنه - sengaja atau tidak - dengan membawakan sejarah beliau jadi menyimpang dari fakta sebenarnya dan menempatkannya tidak pada tempatnya. Dengan berdasar pada referensi lemah bahkan narasumber pendusta, mereka tebarkan informasi timpang seputar sahabat 'Utsman bin 'Affan رضي الله عنه yang berbalik dari faktanya. [4]

Rahimahullah (Semoga Allah merahmatinya) Al-Qadhi Abu Bakr Ibnul 'Arabi yang telah mendudukkan semua informasi timpang tersebut dan membantahnya dengan objektif dan proporsional dalam karya tulis beliau yang monumental yakni: Al-'Awashim minal Qasawhim fi Tahqiqi Mawaqifish Shahabah Ba'da Wafatin Nabi.

Demikian pula Syaikh kami yang mulia, Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizahullah, yang telah menyingkap berbagai kesesatan Sayyid Qutb, termasuk tikamannya terhadap sahabat 'Utsman bin 'Affan رضي الله عنه. Asy-syaikh Rabii' bin Hadi Al-Madkhali hafizahullah memaparkan sejarah hidup sahabat 'Utsman bin 'Affan رضي الله عنه dengan sejelas-jelasnya. Seiring dengan itu, beliau hafizhahullah dudukkan berbagai tikaman Sayyid Qutb terhadap sahabat 'Utsman bin 'Affan رضي الله عنه secara obyektif dan proporsional, sebagimana dalam karya tulis beliau berjudul "Matha'in Sayyid Qutb fii Ashhabi Rasulillah" hal 57 - 285.

Tahukah Anda seperti apa tikaman Sayyid Qutb terhadap sahabat 'Utsman bin 'Affan رضي الله عنه ? Di antara tikaman itu adalah menfitnah 'Utsman bin 'Affan رضي الله عنه dan dituduh sebagai seorang (khalifah) yang zalim dan kejam, telah menyimpang dari ruh Islam, berlebihan dalam membagi-bagikan uang negara hingga banyak sekali uang kas negara yang terpakai di masanya, di masanya pula azas-azas  Islam berguguran, membidani berdirinya kekhalifahan Bani Umayyah yang jauh dari ruh Islam, para pembunuh 'Utsman bin 'Affan رضي الله عنه (menurut Sayyid Qutb) lebih dekat kepada ruh Islam daripada 'Utsman bin 'Affan رضي الله عنه itu sendiri. [5]

--------------------------------------------
Footnotes:
[2] Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata: "Di antara sesuatu yang aneh tapi nyata adalah bahwa paman Nabi صلي الله عليه و سلم yang mendapati masa ke-Islam-an ada empat orang; dua orang tidak masuk Islam dan yang dua lagi masuk Islam. Nama dua orang yang tidak masuk Islam tersebut bukan lah nama muslim; yaitu Abu Thalib yang namanya Abdu Manaf dan Abu Lahab yang namanya Abdul 'Uzza. Hal ini berbeda dengan nama dua orang paman Rasul صلي الله عليه و سلم yang masuk Islam (nama asli mereka, nama muslim); yaitu Hamzah رضي الله عنه dan Al-Abbas رضي الله عنه. ("Fathul Bari" juz 7, hal.236).

[3] Di antaranya yang terdapat dalam Shahih Al-Bukhari kitab "Al-Manaqib", bab Manaqib Utsman bin Affan Abi Amr al-Quraysyi dan Shahih Muslim kitab "Al-Fadhail," bab Min Fadhail 'Utsman bin 'Afffan.

[4] Fitnah terhadap Utsman bin Affan di antaranya adalah memukul sahabat Ammar bin Yasir رضي الله عنه hingga putus ususnya, memukul sahabat Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه , membakar mushaf yang disusun di masa Abu Bakr Ash-shiddiq رضي الله عنه, membuat lokalisasi penggembalaan hewan ternak milik pemerintah (hima), mengasingkan sahabat Abu Dzar رضي الله عنه ke daerah Rabadzah, mengusir sahabat Abu Darda' رضي الله عنه dari negeri Syam, mengembalikan Al-Hakam yang sebelumnya diasingkan oleh Rasulullah صلي الله عليه و سلم , meniadakan sunnah qashar dalam shalat ketika safar, memberikan jabatan kepada Mu'awiyah رضي الله عنه , Abdullah bin Amr bin Kuraiz dan Marwah bin al-Hakam rahimahumullah, demikian pula Al-Walid bin Uqbah رضي الله عنه dengan alasan ia seorang fasik yang tak layak diberi jabatan, memberikan khumus Afrika kepada Marwan bin Al-Hakam rahimahullah, 'Utsman bin 'Affan jika mendera (sebagai hukuman) dengan menggunakan tongkat kayu yang panjang, padahal sebelumnya 'Umar bin Al-Khattab menggunakan tongkat pendek (yang biasa dipegang oleh para komandan), meninggikan tangga mimbarnya di atas tangga mimbar Rasulullah صلي الله عليه و سلم , padahal Abu Bakr dan 'Umar radiallahu'anhuma telah menjadikannya lebih rendah, tidak ikut dalam pertempuran Badr, melarikan diri dalam pertempuran Uhud, tidak hadir dalam bai'at ridhwan, tidak menjatuhkan hukuman mati terhadap Ubaidullah bin Umar dalang di balik pembunuhan  Khalifah Umar bin al-Khattab صلي الله عليه و سلم , mengirim surat rahasia kepada Ibnu Abi Sarh yang berisikan daftar nama-nama orang yang harus dibunuh dan lain sebagainya.

[5] Untuk mengetahui rincian bantahan terhadap berbagai tikaman tersebut dan yang lainnya, silahkan lihat kitab "Matha'in Sayyid Quthb fii Ashhabi Rasulillah" hal. 57-285.

Comments :

0 comments to “Pemutarbalikan Sejarah Islam [3]”

Poskan Komentar

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuhu....
Silahkan tulis Comment atau pesan Antum di sini. Bila ada pertanyaan juga bisa disampaikan sekalian. Pesan sebelum ditampilkan akan kami edit terlebih dahulu. Semoga kita selalu dirahmati Allah azzawajalla dan tetap istiqomah diatas dien yang haq ini. Amin...
Barakallahufiikum, salamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
admin Islam-id

 

Copyright © 2011 by: www.IslamArticles.net

Proudly Powered by: Blogger
Designed by Abu Mubarok Boy